Pulsa OK

Pulsa OK
klik pada gambar

Senin, 01 Maret 2010

Mengapa Harus Menikah?

Mengapa harus takut menikah? Bukankah Allah telah berjanji akan membantu hamba-Nya yang berniat menyempurnakan agamanya. Allah berfirman, “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan mencukupkannya dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberiannya) lagi Maha Mengetahui,” (QS an-Nuur: 32).

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ayat ini merupakan janji Allah kepada orang yang menikah. Mereka akan dicukupkan rezekinya setelah ia menikah walaupun sebelumnya miskin. Diriwayatkan dari al-Laits, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah saw bersabda, “Ada tiga golongan orang yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka; orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah,” (HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa’i dan Ibnu Majah).
Subhanallah! Betapa mulia orang yang ingin menikah. Mereka disejajarkan Rasulullah saw dengan mujahid fi sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongan-Nya. Lalu, tunggu apa lagi ?

Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang Telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas," (Al-Ma'idah: 87).
Abdullah bin Mas'ud r.a. berkata, "Kami pergi berperang bersama Rasulullah saw. sedangkan kami tidak membawa serta kaum wanita. Kami berkata, 'Wahai Rasulullah, sebaiknya kita mengebiri diri?' Namun, Rasulullah saw. melarang kami darinya," (HR Bukhari [5071]).
Sa'ad bin Abi Waqas r.a. berkata, "Rasulullah saw. menolak keinginan 'Utsman bin Mazh'un untuk membujang. Sekiranya beliau membolehkannya tentu saja kami telah mengebiri diri," (HR Bukhari [5073], dan Muslim [1402]).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar