Pulsa OK

Pulsa OK
klik pada gambar
Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Diskusi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2010

FENOMENA NIKAH SIRRI

Nikah SIRRI adalah pernikahan yang hanya memenuhi prosedur keagamaan. Nikah sirri artinya nikah secara rahasia, tanpa melaporkannya ke KUA atau ke Kantor Catatan Sipil. Biasanya nikah sirri dilaksanakan karena kedua belah pihak belum siap meresmikannya atau meramaikannya, namun di pihak lain untuk manjaga agar tidak tidak terjadi kecelakaan atau terjerumus kepada hal-hal yang dilarang agama.

Istilah nikah sirri atau nikah yang dirahasiakan memang dikenal di kalangan para ulama, paling tidak sejak masa imam Malik bin Anas. Hanya saja nikah sirri yang dikenal pada masa dahulu berbeda pengertiannya dengan nikah sirri pada masa sekarang. Pada masa dahulu yang dimaksud dengan nikah sirri yaitu pernikahan yang memenuhi unsur-unsur atau rukun-rukun perkawinan dan syaratnya menurut syari'at, yaitu adanya mempelai laki-laki dan mempelai
perempuan, adanya ijab qabul yang dilakukan oleh wali dengan mempelai laki-laki dan disaksikan oleh dua orang saksi, hanya saja si saksi diminta untuk merahasiakan atau tidak memberitahukan terjadinya pernikahan tersebut kepada khalayak ramai, kepada masyarakat, dan dengan sendirinya tidak ada i'lanun-nikah dalam bentuk walimatul-'ursy atau dalam bentuk yang lain.

Yang dipersoalkan adalah apakah pernikahan yang dirahasiakan, tidak diketahui oleh orang lain sah atau tidak, karena nikahnya itu sendiri sudah memenuhi unsur-unsur dan syarat-syaratnya. Adapun nikah sirri yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sekarang ini ialah pernikahan yang dilakukan oleh wali atau wakil wali dan disaksikan oleh para saksi, tetapi tidak dilakukan di hadapan Petugas Pencatat Nikah sebagai aparat resmi pemerintah atau perkawinan yang tidak dicatatkan di Kantor Urusan Agama bagi yang beragama Islam atau di Kantor Catatan Sipil bagi yang tidak beragama Islam, sehingga dengan sendirinya tidak mempunyai Akta Nikah yang dikeluarkan oleh pemerintah. Perkawinan yang demikian di kalangan masyarakat selain dikenal dengan istilah nikah sirri, dikenal juga dengan sebutan perkawinan di bawah tangan.

Apa Kata Mereka?

Nur Halimatus Sa'diyah 16 Januari jam 15:48
kl menurut q nikah sirri hanya boleh dilakukan kpd pasangan yg memang mempunyai komitmen yg tinggi(khususx cowok) dan bersungguh2,karena bila tdk maka yg dirugikan adalah pihak perempuan

Abdul Latif Sukabumi 16 Januari jam 18:20 Laporkan
Kmi sbg akmdisi syariah..
Nkh sirir tdk syah perkwnany..dasarny maslahah bersma..fkh berkmbng sbgmn berkmbngny zaman

Minggu, 10 Januari 2010

Nikah atau Kerja dulu?

Kerja dulu baru nikah, demikian yang sering aku dengar dari orang-orang, apalagi bagi seorang lelaki yang punya tanggung jawab untuk memberi nafkah baik lahir maupun batin bagi istrinya. Namun apakah memang harus demikian?

Apa kata mereka?

ITa Novida 07 Oktober 2009 jam 9:24 Laporkan
plihan orang tuh lain2 ada yg pengn nikah dulu bru tp kbnxk skrng tuh krja dulu bru nikah.....

Putra Si Cousin 07 Oktober 2009 jam 8:35 Laporkan
Klo aq sich,kerja dulu baru nikah,tp skrng aq dah kerja yg mnkn udah tetap,n isa menghdupi anak n istri,tp smpe skrng aq blom nikah,malah aq barusan dsakiti cewek,yg it bikin aq trauma!!

Lia Masudha 07 Oktober 2009 jam 10:16
Klo mnrutq ya enkan breng2 aja. Hehehe

Isna Farianti 07 Oktober 2009 jam 10:22
krja dlu bru nikah,,,biar kalau uda nikah bs terpenuhi kbutuhan jasmani dan rohaninya.

Roudlotul Jannah 07 Oktober 2009 jam 15:00 Laporkan
Kayaknya kerja dulu baru nikah deh... Kan nikah butuh biaya, biaya dari mana kalo g' kerja dulu

Keyla Siregar 07 Oktober 2009 jam 16:30
Mnrtku kerja dlu,sebab dgn bkrja kta akn mmpnyai pnghslan,dgn bgtu kta dpt mmenuhi kbtuhan hdup kta,shg stlah mnikah kta jg dpt mmnuhi kbuthn kluarga, cba pikr kl nikah dl kta hny akn mnambh bebn ortu krn kta lum pny pnhsilan tk kluarga kta,jd krj dl la

Gus Goku 07 Oktober 2009 jam 17:05
Dua pilihan itu yang selalu muncul dalam benak orang yang telah cukup umur untuk melakukan pernikahan. namun keduanya mempunyai alasan yang cukup kuat sebagai pertimbangan.

orang yang berpendapat nikah dulu baru kerja mempunyai alasan bahwa dengan bertambahnya orang yang ditanggung, maka akan semakin melancarkan rezeki, karena setiap makhluk hidup punya kadar rezeki sendiri2 yang telah ditentukan Allah. Orang dalam katagori pertama ini lebih menyandarkan sesuatu kepada tawakkal daripada perhitungan akal yang hanya akan menghambat ibadah yang suci ini terlaksana. dan hal ini juga bisa membangkitkan semangat kerja yang baru karena ada tanggungan nafkah keluarga.

pendapat kedua (kerja dulu baru nikah) ini mempunyai alasan bahwa kalo nikah tanpa punya kerja pasti, maka yang timbul kehawatiran akan tidak terlaksananya kewajiban nafkah kepada keluarga. hal ini juga sangat masuk akal, karena rezeki yang telah ditentukan kadarnya oleh Allah jika tidak dicari, maka rezeki itu tidak akan bisa didapat. orang kedua ini termasuk orang yang sangat berhati2 dalam membangun rencana hidupnya dan orang yang seperti ini tidak akan nikah sebelum dia mencapai angka atau level tertentu dalam usahanya.

nah, sekarang tinggal pilih aja diantara dua pendapat tadi....
kalo aku sich milih diantara dua pilihan itu aja....

Lailatul Maghfiroh 07 Oktober 2009 jam 21:13
Lw q cndri mnding krja dlu buat bkal msa dpan,tp nkah dlu jga ga9 ad yg slah.

-Erfan Cool Neve Die- 08 Oktober 2009 jam 0:35 Laporkan
Klo menurut gw c,lebih baek kerja dulu baru dec nikah cz qt pastina uda mapan soal materi. Tapi yg gw alami ga seperti yg q harapkan,so klo uda mantap ma pasangan qt yg uda nikah aza cz klo habis nikah"yg namana rezeki pasti ada aza".^_^

Mlah bxak org d sktar sya yg sukses krjax stlah nkah

Rachma Wati 08 Oktober 2009 jam 7:13
Kerja dulu baru nikah... (khususnya cowok) agar stlh menikah sdh ada nafkah yg bisa d berikan suami ke istri. Di al quran sdh jelas bahwa tugas suami mencari nafkah sdgkan istri memberikan pelayan yg sebaik2nya thd suami... Sekalipun Alloh berjanji, Menikahlah maka aku tambah rizkimu... Sedangkan saat ini cari pekerjaan tdk semudah membalikan tangan.. Trima kasih.

Radinal Mukhtar Harahap 09 Oktober 2009 jam 6:01
Karena titik pembahasan adalah nikah, maka ada baiknya kita bahas dari tinjauan nikah...:)

Dan karena saya adalah mahasiswa (agak teladan) dibidang pernikahan (Walaupun masih dalam tahap teori belum praktek he he he) saya coba ikutan sharing.. Semoga nantinya ada yang mau sama saya eh semoga bermanfaat nantinya...:)

Menikah dulu atau kerja dulu...?

Ditinjau dari ilmu agama:

Sebaiknya kita memperhatikan terlebih dahulu, apakah kita sudah masuk dalam tahap wajib (yaitu orang yang jika tidak nikah maka ia akan nikah sendiri, nah lho, ini bahaya makanya WAJIB NIKAH) atau sunnah, mubah, atau bahkan makruh dan haram...

Masalah rezeki adalah urusan Tuhan, tidak bisa ditebak-tebak atau diperkirakan.

Allah berfirman: Wa maa min daabbatin illa 'ala Allahi rizquha

Digunakan kata 'ala bukan fauqo, ada yang menafsirkan bahwa rizki itu telah dilekatkan bukan jauh dari manusia.

Artinya: Nikah dulu, urusan kerja dipikirkan nanti....:)

Ditinjau dari ilmu sosial:

Orang tua mana sich yang mau anaknya menikah dengan pengangguran. Apalagi calonnya mempunyai keluarga yang juga memiliki nasib yang mengenaskan. Tidak ada toh?

Kan tidak ada orang yang mau dikasih makan batu?

Artinya: Kerjalah dulu, setelah mapan baru nikah....:)

Ditinjau dari ilmu humor:

Umur 11-19 adalah para pencari cinta; lirik-lirik dan berusaha mencari tau...

Umur 20-29 adalah para pecinta; terkadang mempermainkan cinta atau bahkan berpetualang cinta

Umur 30-40 adalah para buta cinta; Ga' perlu lirik-lirik, dah tua, pasrah! he he he...

Semoga Bermanfaat
Radinal Mukhtar Harahap
Masih Jomblo Wakakak....:D

Ahmad Pepi Fahruddin 09 Oktober 2009 jam 11:34
Kerja bareng isteri

Isticomah Chocom 09 Oktober 2009 jam 16:46
klo ana sich pgenx nikah dlu ru krja....klo uda nikah kan ana g kan brani maen2 gi....uda pya kwajiban d rumah jd....getcu dech....

Nur Halimatus Sa'diyah 10 Januari jam 6:27
kl q sih nikah atau kerja dulu g jd masalah.hehe..
tp kl hrs memilih mungkin q milih nikah dulu aja.hehe..


Ouloum Cihuy 10 Januari jam 9:13
Kerja dluw kmudian nikah, karna quw sndri pek ckrng pnx psangan. Bthol?

Fatimah Zahrah 10 Januari jam 11:37
Klu menurut sy, bagi org laki2 sebaikx krja dulu, krn seorg laki2 itu adalah kpl keluarga. Bkn berarti seorg perempuan tdk diperbolehkan krj, blh saja membantu suami asalkan sisuami udh ngasi ijin, krn tdk semua org laki2 menyukai wanita yg krj. Wassalam.

Selasa, 22 Desember 2009

Menikah di Bulan Suro

Assalamu'alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Semoga saudaraku senantiasa dalam kebaikan

Menikah, adalah salah satu yang dianjurkan agama untuk disegerakan dilaksanakan (tentunya harus dibedakan 'segera' dan 'tergesa-gesa' ). Akan tetapi, terkadang niat baik untuk menyempurnakan separuh agama itu terhalang dengan tradisi dan mitos, salah satunya adalah kepercayaan bahwa menikah di Bulan Suro akan membawa petaka pada rumah tangga yang dibangun. Akhirnya orang2 dibuat sibuk dengan anggapan kebiasaan tradisi itu. Mitos "ora ilok", atau kalau di Sunda disebut dengan pamali, terkadang sering mengalahkan tuntunan syariat.

Saudaraku sekalian tentu memiliki opini yang beragam tentang mitos ini...... bagaiman menurut Anda?



APA KATA MEREKA?

Abdul Latif Sukabumi 19 Desember jam 11:13
Mitos..y mitos..
G2l tdkny rmh tngg trgntung qt msing2..
Klo ga2l krn nkh bln suro itu kebetulan j..
Tetapi mengingat sugestiny percya mitos itu tdk menutup kmungkn krn itu..krn sugestiny..

Charlie Febryan 19 Desember jam 11:36 Laporkan
Kalo aku brpndapat semua bulan, semua hari adalah baik.. karna semua dan segalanya adalah milik Allah swt. jd ga prlu takut nikah di bulan suro..!

Marita Lailia Rahman 19 Desember jam 13:09
menurut saya ajaran islam gk ada yg melarang menikah di bulan suro..so why not?

Irma Putri 19 Desember jam 13:17
Ibuq menyuruhq nikah dbulan ini.jd smua itu tgantung masing2 individu.

Fatma Marlis 19 Desember jam 22:40 Laporkan
Ketakutan trhdp kegagalan dlm RT itu adlah sstu yg wajar, aplgi bl kegagalan itu brakhir di pengdilan, namun prlu disikapi bhwa kgagaln itu bkan trletak pd wkt dan bulan, artiny kapanpun kta menikah itu adalh baik, trgantung pd niat dan proses yg kta pilih. Jk kta meanggp prnikahn dibln suro itu tdk baik, berarti kta lbh mprcayai bulan, tangal atopun wkt dibanding Allah. Knapa msti ragu? bknkah Allah paling tahu yg trbaik unt hambany? Jd tak prlu ragu menikah di bln suro, seandainy gagal, itu adlh sbh kbtulan., brarti ada yg salah dlm prnikahn kta. Dlm hal ini kta prlu mrubah pandngn yg tlh mentradisi dlm masy tsb, dg mmbrikan pngertian scr prlahan dan cara yg tepat.

Ephilogue Roronoa Reza 21 Desember jam 8:30
Mudah saja...........
kita ini orang berkeyakinan jawa atau berkeyakinan islam.....kalau berkeyakinan islam yang berlandaskan Al-qur'an dan Al-HAdis knp tidak boleh menikah pada bulan Suro tidak ada bukti otentik yang kuat untuk melarang menikah di bulan tersebut, apalagi percaya dengan hari baik.......kembali kepada individunya masing2 percaya kepada mitos atau Sang Penguasa mitos (ALLAH SWT)..wallahu 'alam bi shawab

Sahal Fauzi 23 Desember jam 6:08
sebagai seorang msulim yang paham agama, walau hanya sedikit...saya tidak setuju dengan mitos-mitos seperti itu..kurafat dan musyrik,semua bulan dalam islam adalah baik untuk melaksanakan perkawinan...so, nikah aja di bulan suro, percayalah pada Allah yang meciptakan orang-orang yang menciptakan mutos-mitos tersebut...wawllahu a'lam