Pulsa OK

Pulsa OK
klik pada gambar

Sabtu, 19 Desember 2009

Menikah untuk Menyempurnakan Agama

Menikah adalah salah satu fase kehidupan. Butuh lebih dari sekadar keberanian untuk memasuki fase ini. Persiapan pengetahuan adalah salah satunya yang harus dipersiapkan matang.

Dalam tulisan ini dimuat fiqih Islam tentang hadist anjuran menikah:

1. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang “ (HR. Abu Ya¡’la dan Thabrani).

2. “Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).

Dasar hukum menikah adalah sunah, artinya sebaiknya dilakukan. Namun istilah menikah sangat unik dalam Islam, karena menikah adalah salah satu perbuatan yang dapat dihukumi oleh seluruh hukum dalam Islam (wajib, sunah, makruh, mubah atau haram). Perintah dasarnya sendiri adalah sunah, seperti yang telah disebut diatas. Akan tetapi menjadi lain hukumnya jika dihadapkan dengan kondisi pribadi-pribadinya. Contoh bisa menjadi wajib jika mampu dan dapat terjerumus zina (jangan artikan kata ‘mampu’ hanya sebatas masalah harta saja).

Kita hendaknya berfikir dan bersikap realistis melihat kehidupan sekarang yang serba megah, glamour, sexy dan menggoda. Rasanya hidup dijaman sekarang, sulit sekali menahan pandangan. Dari penglihatan itu kita banyak belajar tentang wanita, bentuk tubuhnya, parasnya, kakinya dan lain hal yang membuat kita berkhayal sedemikian tinggi. Kita sepertinya dilatih untuk cepat terangsang oleh godaan kehidupan sekuler. Mencari wanita shaleha sepertinya menjadi barang langka bagi pihak konsumen (laki-laki) dan menjadi wanita yang menjaga kehormatannya sepertinya tidak laku bagi pihak produsen (wanita). Akhirnya bertemulah produsen ‘medioker’ dgn konsumen ‘medioker’.

Dalam kondisi sekarang, menikah lebih dari sekedar sunah. Bagaimana tidak!!!dengan syahwat yang tinggi telah diperjualbelikan diluar baiti jannati (rumah). Wajar saja jika laki-laki sekarang tidak merasakan aura ’rumahku surgaku’ (baiti jannati). Karena keindahan tubuh seorang wanita telah mampu dia lihat diluar rumah! Ternyata kita mengerti kenapa dahulu Nabi berkata ’surgaku rumahku’, karena nabi menemukan kebahagian yang tidak terbatas bersama Istri dan anak2nya didalam rumah. Dijaman sekarang melihat Istri memasak dengan rambut terurai tidak menggunakan jilbab sudah kalah dengan melihat pelayan restoran yang menggunakan pakaian ketat dgn belahan dada yang sexy (maaf…tp saya emang pernah melihat juga hehe).

Namun, nikmat Allah tidak terhingga. Walaupun kehidupan diluar telah meraja rela mengancam kita dipintu Neraka, janji Allah tidak pernah pudar, janji surga tetap ditebar-tebarkan.

“Barangsiapa diberi Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya. Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya.” (HR. Baihaqi).

Dengan menikah, kita dijanjikan surga 50%, masih tidak inginkan kita menikah?

Mengapa bisa sebesar itu pahala menikah? Lihat saja sekarang. Contohnya: Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih & sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya” (HR. Abu Sa’id). Itu hanya sekedar berpegangan tangan. Bersetebuh untuk kebahagiaan kita berduapun, Allah memberikan pahala; menebar senyum untuk suami, membahagiakan istri, mencari nafkah (75% porsi tuk laki-laki), membesarkan anak (75% porsi tuk perempuan) demi pasanganpun kita mendapat pahala. Subhanallah. Allah Maha Pemberi Nikmat. Yang penting niat sya’ri yang tulus untuk membahagiankan pasangan demi mengharapkan Ridho Allah. Sekarang jika mengerti kenapa 50% surga yang ditawarkan setelah menikah…ya karena menikah adalah ladang pahala.

Jadi kitapun dapat mengerti pula jika kematian orang yang membujang adalah paling hina. Karena kehidupan sekarang seperti menuntut kita untuk terus menambah saldo dan menabung dosa. Jika kita tidak cerdas menyikapi ini, maka bukan tidak mungkin kita termasuk orang yang merugi. Nauzubillah min zalik.

”Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang “ (HR. Abu Ya¡’la dan Thabrani).

Carilah wanita yang shaleha, pikirkan dengan wanita yang seperti apa anak anda ingin dibesarkan dan jangan hanya memikirkan dengan wanita seperti apa anda akan dilayani tiap malam. Didiklah penerus anda menjadi generasi dakwah yang akan bersatu untuk menciptakan generasi terbaik dalam Islam.

Mudah2an kita terjauh dari dosa pemikiran kotor kita.

1 komentar:

  1. Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang “ (HR. Abu Ya¡’la dan Thabrani).


    hanya ingin mengingtkan sesama muslim.. tolg diperiksakan kembali keshahihan hadits tersebut...
    Rosulullah mengecam Org yg berkata mengatasnamakan dirinya padahal tidak benar adanya.. :)

    BalasHapus